Selasa, 23 Februari 2016

Perawatan Pleci Mabung

Moulting atau molting artinya adalah rontok, berganti bulu atau meranggas.
Moulting/molting (burung) adalah proses bergantinya bulu tua secara periodik. Normalnya setahun sekali atau lebih dan dalam setahun bisa dua kali untuk species burung terentu.
Kadangkala, istilah moulting diterjemahkan dengan berbagai istilah seperti ngurak, mabung, ambrol, nyulam dan sebagainya. Hanya saja ada perbedaan berdasar “asal kata” masing-masing istilah tersebut:
“Ngurak” digunakan untuk menyebut kondisi bulu burung yang sudah tidak beraturan (terorak-arik) dan mulai rontoknya bulu2 kecil.
Ambrol = bulu rontok semua atau proses bulu rontok semua.
Nyulam = Tumbuh bulu baru menggantikan bulu yang rontok tetapi secara keseluruhan bulu dalam kondisi bagus (tidak dalam kondisi ngurak).
Kosa kata yang sering muncul dalam proses “moulting” adalah mabung. Mabung ini adalah proses bulu2 tumbuh tetapi belum sempurna dan sebagian besar masih terbungkus seperti anak bambu yang mau tumbuh (rebung). Jadi kata mabung memang berasal dari kata “menyerupai rebung”.
Hanya saja secara umum kita sering menggunakan beberapa kosa kata itu secara berganti-ganti untuk menunjuk proses moulting. Padahal, kalau mendasari dari pembentukan kata-kata tersebut ataupun arti denotatifnya,
maka proses moulting (sempurna) adalah melalui tahapan sebagai berikut:
1. Ngurak
2. Ambrol
3. Mabung
Sedangkan istilah nyulam adalah pergantian bulu secara tidak sempurna.
Jenis-jenis burung tertentu, terutama jenis cucak-cucakan, jarang yang mengalami proses moulting sempurna (ngurak, ambrol dan mabung) dan biasanya hanya nyulam.
Inilah mengapa sebabnya cucakrowo yang ditangkar biasanya berproduksi terus-menerus bahkan tiap bulan (jika anakannya dipisahkan dan diloloh sendiri oleh penangkar). Sedangkan untuk anis kembang, murai batu, kenari atau jalak suren misalnya, mengalami berhenti produksi karena indukannya memasuki masa moulting.
Penanganan burung ngurak
Jika burung Anda memasuki masa ngurak coba lakukan terapi ngurak secara ekstrem berikut ini:
1. Full kerodong; dikerodong terus kecuali sedang diberi makan/minum.
2. Full gizi, Ketika burung mabung, mereka juga memerlukan energi yang besar untuk memproduksi bulu baru. Keperluan energi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein, menyebabkan burung harus mengonsumsi lebih banyak makanan selama meranggas untuk dapat mempertahankan pertumbuhan bulu baru. Untuk diketahui saja, energi yang diperlukan burung selama masa mabung sebesar dua setengah kali lebih banyak ketimbang burung yang sedang memproduksi telur.
3. Boleh diberikan EF hewani agak banyak, agar di dapat panas yg bisa mempercepat mabung, ataupun makanan lain yg bisa membuat bulu jatuh, ada pleci saya yg saya kasih madu jadi brodol bulu nya. Ada yg mengganti voer nya dengan voer ayam yg bisa mempercepat bulu yg jatuh.
4. Tidak dimandikan, tidak dijemur.
5. Tidak perlu dibersihkan kotorannya selama tidak berjamur.
Udara hangat tetapi lembab sangat diperlukan untuk proses moulting. Bulu tua akan cepat rontok karena lapisan kulit luar yang menjepitnya membuka. Bulu muda akan sempurna tumbuhnya karena ujung bulu baru terbantu dalam memecah lapisan tanduk yang membungkusnya.

Mengapa tidak dijemur saja sembari dikerodong?
1. Udara dalam sangkar berkerodong, sangat panas juga kering. Udara kering di bawah sinar matahari akan menyebabkan lapisan tanduk pembungkus bulu baru mengering dan sulit pecah (menyebabkan bulu tumbuh tidak sempurna).
2. Konsentrasi O2 di udara kering di dalam sangkar yang berada di bawah terik matahari sangat tipis. Tidak sehat untuk makhluk hidup.
3. Suhu di dalam sangkar tidak terkontrol dan kalau mencapai 40 derajat C saja sudah cukup membuat burung megap-megap. Kalau Anda lupa, wassalam deh burung….

Terapi ini bisa untuk terapi mabung apa saja.
Trik membuat burung yg susah mabung agar BISA mabung secara total/ambrol & sehat pula..Mengingat seringkali banyak kita jumpai kendala susah mabung ataupun mabung namun tidak total.Dan sebagaimana kita tahu, bila seekor burung ga bisa mabung secara total, umumnya nanti pasca mabung, kebanyakan susah pula mencapai performa terbaiknya.
Caranya mudah koq, cukup campurkan SUSU BUBUK ( putih ) merk apa sj scukupnya ke dlm Voor/kroto pada burung yg akan diambrolkan, selama 2-3 hari atau sampai bener2 bisa kita pastikan bahwa burung tsb sdh mulai rutin ambrolnya ( biasanya maksimal 5-7hr sdh ambrol ).Bila sdh dominan ambrolnya, hentikan asupan SUSUnya.Hal ini baru bisa saya rekomendasikan ( krn uda dicoba ) utk burung yg punya kendala pada Rusak bulu/nyerit-.

PERAWATAN PLECI/KACAMATA MABUNG

Untuk burung Pleci, sangat jarang terjadi mabung total dan biasanya hanya nyulam atau ganti bulu secara bergantian.  waktu nya bisa lama sampai 6 bulan juga. Namun jika terjadi burung mengalami masa nyulam dengan banyak bulu yang berjatuhan, maka perlu dilakukan treatmen mabung. Seperti apakah treatmen mabung itu? Masa mabung (moulting) merupakan masa yang sangat menuntut perhatian penghobi burung. Bulu yang hilang dan digantikan selama masa mabung atau meranggas ini menyerap 25% dari total protein yang ada di dalam tubuh burung. Inilah mengapa selama masa mabung perlu ditambahkan juga protein sebesar seperempat total protein dalam tubuh burung.

Bulu-bulu dan selongsong bulu terdiri atas lebih dari 90% protein, khususnya protein yang disebut keratins. Protein bulu berbeda dengan protein pada tubuh dan telur serta memerlukan jumlah proporsional yang berbeda atas asam amino (pembangun sel atau blok protein). Burung harus mengonsumsi makanan dengan kandungan asam amino jenis ini kemudian menyerap dan disimpan sebagai protein (keratin) khusus bagi keperluan pertumbuhan bulu. Proses ini sangat penting bagi burung dan tubuh burung harus bekerja ekstra untuk mendapatkan gizi yang cukup untuk membentuk bulu secara sempurna.

Ketika burung mabung, mereka juga memerlukan energi yang besar untuk memproduksi bulu baru. Keperluan energi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein, menyebabkan burung harus mengonsumsi lebih banyak makanan selama meranggas untuk dapat mempertahankan pertumbuhan bulu baru. Untuk diketahui saja, energi yang diperlukan burung selama masa mabung sebesar dua setengah kali lebih banyak ketimbang burung yang sedang memproduksi telur

Faktor-faktor yang berpengaruh pada masa mabung tidak bisa sepenuhnya dipahami, karena sangat kompleks. Umur burung, musim saat mabung, cuaca harian, kadar hormon dan siklus perkembangbiakan, semua menjadi faktor penentu bagi keberhasilan atau kegagalan burung melewati masa mabung. Hal yang paling utama untuk diingat adalah bahwa pada saat burung mabung, Anda harus memberikan suplai pakan yang cukup sehingga mereka bisa mengembangkan bulu-bulu sesempurna mungkin. Untuk menyediakan protein yang diperlukan untuk peningkatan produksi bulu, Anda harus meningkatkan asam amino yang mengandung sulfur seperti metionin dan sistin. Protein seperti itu bisa ditemukan di dalam daging hewan. Daging dapat diberikan kepada kebanyakan burung yang sedang mabung dalam jumlah kecil plus pemberian suplemen makanan yang baik. Suplemen multivitamin dan multimineral yang baik seharusnya mengandung berbagai vitamin dan mineral serta asam amino untuk memungkinkan tumbuhnya bulu secara normal.

Meskipun pada umumnya mabung berjalan normal, ada beberapa hal yang sering mengganggu masa mabung burung, khususnya tumbuhnya bulu yang tidak merata atau bahkan ada bulu yang tidak rontok (sekadar nyulam).

Waktu Maksimal ganti bulu adalah antara 6-7 minggu. tapi kalau nyulam bisa sampai 6 bulan. Seperti burung jenis yang lainnya, pertumbuhan bulu memerlukan asupan gizi yang lebih dibandingkan pada saat perawatan hariannya. Bila ada Pleci/Kacamata, berarti porsi kroto / UH / UK atau jangkriknya yang lebih banyak.

Pemberian makanan porsi extra ini, selain sebagai asupan untuk pertumbuhan bulu, juga mempunyai tujuan untuk menjaga kondisinya agar tetap stabil serta setelah pergantian bulu ini kulitas suaranya menjadi lebih baik. Umumnya, setelah ganti bulu, maka kualitas mental dan kualitas suara burung akan menjadi lebih baik.

Penggangu Proses Mabung
1. Penyakit - Penyakit yang disebabkan virus circovirus (Beak and Feather Disease) dan virus polyoma adalah penyakit paling umum yang menyebabkan burung kesulitan memproduksi bulu. Psittacosis kronis, gangguan parasit dan infeksi bakteri pada usus dapat pula menyebabkan bulu burung sulit tumbuh.
2. Gizi buruk – Sebagaimana digambarkan di atas, persyaratan untuk berlangsungnya produksi bulu secara normal memang sangat banyak, dan karenanya makanan yang kurang gizi bisa
3. menyebabkan tumbuhnya bulu yang tidak berkualitas (mudah patah, mudah kusam, melintir/ keriting dan sebagainya).
4. Kimiawi – penggunaan bahan kimiawi sering menyebabkan bulu tumbuh tidak sempurna atau bahkan merusak bulu. Salah satu contohnya adalah zat pembasmi cacing pada merpati yang dikenal sebagai Mebendazole. Bahan kimia ini akan menyebabkan bulu burung melintir jika diberikan semasa burung mabung.
5. Stres – Hal ini terjadi terutama untuk burung yang disuapi/loloh dengan tangan manusia. Tangan manusia menyebabkan bulu baru tidak bisa berkembang sempurna dan sebagainya.

Apa yang perlu Anda lakukan agar burung dapat memiliki bulu baru sebaik mungkin?
Pertama, menyingkirkan segala cacing, kutu, mikroba pengganggu dan parasit lainnya.
Kedua, pastikan tidak satupun dari burung Anda menjadi pembawa virus bibit penyakit, misalnya Polyoma.
Ketiga, berikan gizi yang cukup selama burung meranggas/mabung dengan pakan yang bagus. Hanya saja perlu diingat bahwa pakan yang bagus bukan berarti pakan yang banyak, sebab terlalu banyak pakan yang hanya mengandung karbohidrat misalnya, hanya akan membuat burung kekurangan gizi meski secara fisik terlihat gemuk.

Jika Anda telah melakukan semua hal di atas dan masih mengalami masalah dengan kualitas bulu Anda perlu berbicara dengan dokter hewan khusus burung.

BIRAHI PADA BURUNG PLECI

Banyak sekali yang bingung dan bertanya tentang burung pleci nya yang over birahi, untuk itu saya akan mencoba mengupas tentang birahi pada burung, dan khusus nya pada burung pleci.
Burung di ciptakan dengan 2 jenis kelamin, yaitu jantan dan betina yang akan berpasang pasangan, di alam bebas, untuk menarik perhatian dari si betina, maka si jantan akan berkicau dengan merdu, dan ini ada hubungan nya dengan masalah “ birahi “ pada burung tsb, sehingga dengan birahi yang tepat, si jantan akan bersemangat untuk berkicau, untuk menarik perhatian si betina. Fungsi dari nyanyian burung jantan adalah sebagai suatu cara bagi burung untuk merayu pasangan, menandai dan mempertahankan wilayah mereka serta memperingatkan burung lain agar tidak masuk kawasan tersebut. Sedangkan fungsi siulan adalah alat berkomunikasi burung satu dengan lainnya, misalnya sebagai sebuah panggilan, pemberi peringatan akan datangnya bahaya, ekspresi keterkejutan, kesakitan dan juga ekspresi senang.
Untuk burung pleci yang kita pelihara di rumah, karena kebanyakan kita sendirikan dalam sangkar ( dengan asumsi tidak ada pleci betina nya ) , maka tingkat birahi nya di pengaruhi oleh makanan yang kita berikan. Dan menurut pengamatan saya pada semua pleci saya adalah burung pleci BIRAHI NYA CEPAT NAIK, walaupun saya tidak memelihara pleci betina. Untuk itu kita perlu mensetting pleci pada level birahi yang tepat.
Secara umum, dewasa kelamin burung Pleci dimulai pada usia 6-7 bulan, semakin bertambahnya usia, membuat burung Pleci semakin berkicau dengan baik.

Karena ada 3 cara "trial and error" mencari seting birahi yang tepat untuk burung;
1. Mulai dari birahi yang tinggi, lalu turunkan secara bertahap.
2. Mulai dari birahi zero, lalu naikkan secara bertahap.
3. Acak berdasarkan karakter jenis burung.
Artinya, kita menerapkan sesuai pola standar yang sudah ada tanpa melihat detail karakter masing-masing individu burungnya. Hal ini dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan nutrisi termasuk protein dan karbohidrat serta efesiensi metabolisme jenis burung tertentu

Untuk menunjukkan kalau burung Pleci Jantan pada skala birahi yang TEPAT adalah:
- Gerak gerik burung selalu nyendok-nyendok (mirip seperti AM).
- Burung cenderung lebih tenang dan tidak gampang gugup.
- Gacor dan jarang sekali ngeriwik.
tujuannya adalah untuk menunjukkan suatu keadaan. Berdasarkan pengalaman selama ini, memposisikan burung Pleci pada skala birahi -1 (minus 1) membuat burung kerja lebih maksimal sewaktu di gantang lomba, dari pada skala posisi 0 (zero) atau +# (plus #). Untuk setting di kontes lebih baik memakai EF hewani, yang kerja nya instan, bias kroto, UH, UK, maupun jangkrik kecil. Perlu di pelajari seberapa banyak EF yg kita berikan agar burung pleci kita dapat “ nagen “ dan ngeroll dengan kencang, jangan sampai terlalu banyak EF sehingga burung pleci menjadi over birahi, yang mengakibatkan pleci loncat loncat birahi ( pleci loncat loncat bisa berarti juga kurang kenyang, pleci didis aja, berarti kurang jemur ) .
Nyendok-nyendok (Ngidang) adalah istilah yang biasa di pakai untuk menunjukkan gerak burung Anis Merah seolah-olah seperti gerakan sendok. Ini juga sama dengan burung Pleci apabila siap tempur dan berada pada titik birahi yang tepat.

Gambaran untuk gerak nyendok-nyendok:
- Bulu burung rapi dan burung terlihat langsing dengan kaki jenjangnya.
- Kepala mendongak 30 derajat keatas.
- Bergerak patah-patah.
Inti nya adalah :
1. Semakin birahi seekor burung, maka dia akan semakin sering bernyanyi (gacor atau rajin berkicau).
2. Meski tidak birahi, semakin senang burung pada situasi atau kondisi tertentu, maka dia akan semakin rajin berkicau (dalam konteks bersiul secara terus-menerus dan juga melodius).
Antara over birahi dan galak
Namun pertanyaan lainnya segera menyusul, yakni benarkah burung-burung yang selalu menabrak sangkar dan seakan mau melabrak ketika melihat burung lain disebut over birahi? Menurut saya, burung yang berpeilaku demikian itu tidak bisa disebut over birahi. Burung ini hanyalah ingin menunjukkan bahwa dia tidak mau ada burung lain berada di sekitarnya yang tentunya dia anggap sebagai wilayah teritorinya.
Dengan demikian, usaha mengurangi ekstra fooding dan makanan lainnya untuk mengurangi “over birahi” yang seperti itu tidak akan pernah membawa hasil. Kalau dipaksakan, burung akan terlihat sakit, lemah tak bertenaga. Lantas, apa yang harus dilakukan jikia burung kita terlihat ganas dan garang atau galak terhadap burung lain? Menurut saya, hal yang perlu dilakukan adalah “menanamkan sikap toleran” pada burung itu atas keberadaan burung lain di sekitarnya.
Bagaimana caranya? Yah, caranya dengan mempertemukan burung tersebut dengan burung lain dalam jangka waktu tertentu. Dengan cara ini diharapkan masing-masing burung tidak akan memperlihatkan sikap ganas atau galaknya kepada burung lain yang ada di sekitarnya. Jika sikap toleran sudah terbentuk, barulah bisa diharapkan mereka hanya bersaing memperdengarkan suara atau nyanyian untuk menunjukkan siapa yang paling berkuasa di wilayah tersebut.


Ciri-ciri burung Pleci terlalu birahi (over birahi) adalah:
- Terlihat agresif dan gelisah.
- Sering mengetirkan sayap sambil mengeluarkan suara tirrr.. tirr...
- Apabila berhadapan dengan burung Pleci lain hanya ngeriwik dengan kepala yang di goyang-goyangkan ke kanan dan ke kiri.
Untuk mengatasi pleci birahi , berikut perawatan nya :
- Sering dimandikan, boleh semprot halus, dan berikan cepuk air mandi yang besar, agar pleci mandi sendiri.
- Kurangi pemberian EF hewani atau di hentikan dulu sampai beberapa waktu.
- Berikan buah yang ber efek mendinginkan, misal : ketimun, tomat, papaya, dll.
- Di cas dengan pleci lain yang banyak, untuk mengurangi birahi nya ( tidak di sarankan cas dengan pleci betina, karena, nanti pleci kita jadi tergantung dengan betina tsb, bila lepas atau mati, akan menyebabkan efek negative bagi pleci kita ).
- Selesai di cas, boleh di sendirikan, untuk merangsang pleci tsb berbunyi, dan menyalurkan birahi nya dengan berkicau.

Demikian ulasan tentang birahi pada burung pleci, semoga dapat membantu para pleman senusantara...

Manfaat penjemuran burung

Ada beberapa penghobi burung yang ber-agumen bahwa menjemur burung di pagi hari tidak begitu penting dan cukup sesekali saja. Alasannya karena dengan memberikan vitamin yang lengkap, bisa mengganti penjemuran tersebut. INI SALAH BESAR.!!  Karena tidak pernah ada vitamin yang bisa menggantikan manfaat sinar matahari.

BEBERAPA MANFAAT MENJEMUR BURUNG PELIHARAAN DI PAGI HARI

1. Sinar matahari di pagi hari mengandung sinar infra merah yang berguna untuk membentuk hormon testosteron, hormon estrogen dan hormon progesterone yang ada di dalam tubuh burung. 3 hormon penting ini bertanggung jawab pada rangsangan birahi burung dan organ reproduksi lainnya.

2. Sinar matahari di pagi hari mengandung sinar ultra violet yang bisa meng-ektrak pro-vitamin D yang ada di tubuh burung menjadi vitamin D3 yang sangat berpengaruh pada struktur tulang dan daya tahan organ penting lainnya.

3. Sinar matahari di pagi hari membuat sistem metabolisme di tubuh burung menjadi lancar dan optimal. Sehingga proses penyerapan sari-sari makanan dan pendistribusian sari makanan jadi tepat dan lebih efesien.

4. Sinar matahari di pagi hari bisa membunuh bibit jamur atau jamur-jamur yang bersarang di lantai sangkar, ruji atau ornamen sangkar lainnya.

5. Sinar matahari di pagi hari membunuh hampir 85% virus-virus yang menyebabkan penyakit pada burung.

6. Sinar matahari di pagi hari merupakan kebutuhan dasar biologis bagi burung, penjemuran juga berdampak besar terhadap perkembangan psikologis burung. Setiap burung akan merasa senang berjemur menikmati hangatnya sinar matahari pagi.

7. Sinar matahari di pagi hari membuat burung bebas dari kutu yang selama ini bersarang di
tubuh burung.

Mau burung Jagoan Pleci milik teman-teman tetap prima? Jemur rutin di hangatnya sinar matahari pagiminimal 15 menit setiap hari antara jam 06.00-09.00.

Perawatan Pleci Lomba

  Sekilas pandang soal doping yang dipakai PLECI supaya lebih greget dilomba byk mengundang kontroversi,,,antara kemenangan dan kesehatan bagi pleci itu sendiri.
Inti dari pleci supaya lebih ngotot adalah peningkatan METABOLISME tubuh burung dengan signifikan.
Pemacu2 Metabolisme tubuh inilah yang sering disebut dengan DOPING, denyut jantung lebih cepat, tekanan darah burung lebih cepat membuat vitalitas burung meningkat, dan ketika burung ingin bunyi maka dia akan bunyi dengan ngotot, dan ketika burung ingin birahi maka dia akan OVER birahi, dan ketika burung merasa tubuhnya ingin meledak maka tubuhnya akan mengembung seperti balon, burung sering nyaliksik/ndidis.
Beberapa racikan doping yang bisa meningkatkan metabolisme tubuh burung dengan signifikan bisa dilakukan dengan berbagai cara.
contoh:
1.  20tetes vitasol+1 botol metabolisme+1botol youC1000+1 hidrococo.dicampur kemudian dipanaskan untuk menghilangkan kadar soda. diberikan semalam sebelum lomba dan/atau sampai pada saat lomba
2. 1botol youC1000+1botol metabolisme.sama, diberikan semalam sebelum lomba dan/atau bisa sampai pd saat lomba
3. cairan infus+tonik penambah darah+1 botol metabolisme.pemberian sama.
4. pemberian fumayin dan minyak jangrik pada voer secara berkala seminggu menjelang lomba bisa juga membuat metabolisme burung naik dari biasanya, burung lebih mangap dari biasanya.
5. kuning telur puyuh + madu + perasan air kencur, diberikan selama 3hari sebelum lomba.
6. dll.

Naiknya metabolisme burung berhubungan dengan naiknya tekanan darah pada burung, naiknya denyut jantung. Obat2an yang berhubungan dengan naiknya tekanan darah pada burung bisa digunakan sebagai DOPING dengan dosis yang "KETEMU".
Ketidak cocokkan kekuatan fisik burung pada DOPING bisa membuat burung kesakitan dan mati. ataupun burung tidak bisa langgeng /stabil akibat justru ada kekacauan pada METABOLISME burung itu sendiri.

Sistim METABOLISME brung yang kacau ditandai dengan :
1.bulu burung kering kadang seperti mau terbalik hingga beberapa lembar.
2.mabung berkepanjangan berbulan2
3.burung kembung setiap waktu dan nafsu makan pada voer kurang baik.
4.burung kembung dengan kedua sayap terbuka sedikit turun, berbunyi crewcrewcrew...crew...crew sambil lompat2 gak bisa diam.
5.dan lain sebagainya.

Berbagai macam cara penetralan DOPING setelah PEMAKAIAN.
Contoh :
1.susu beruang bear brand
2.air kelapa muda
3.nektar
4.buah2an yang dingin seperti mentimun, gambas, pepaya dll secara berkala minimal 3 hari berturut2
5.dll.

Demikian saya ulas sekilas perihal DOPING dan sangkut pautnya dengan KESEHATAN BURUNG. 

"ADA DOPING ADA NETRAL" "JIKA TAHU CARA MENAIKKAN BURUNG MAKA HARUS TAHU CARA MENURUNKAN BURUNG" GUNAKAN KREATIVITAS ANDA DENGAN BIJAKSANA KARENA BURUNG ADALAH MAHLUK ALLAH SWT YANG WAJIB DAN BERHAK MENDAPAT PERLAKUAN TERBAIK DARI MANUSIA.

Minggu, 21 Februari 2016

Pakan Pleci Buatan Sendiri


Pola makan yang teratur, dengan menu bervariasi, diyakini bisa membuat pleci lebih cepat mencapai kondisi puncak (top form). Membuat racikan menu khusus untuk momongan imutnya menjadi solusi terbaik, sekaligus hemat biaya.
Tidak sedikit plecimania yang sudah melakukannya. Pengalaman mereka pun pernah ditulis di beberapa forum, misalnya forum burung asia. Nah, sebagian resep para plecimania inilah yang akan saya share balik untuk Anda.

Bahan baku:

  • Kacang hijau (250 gram)
  • Gula pasir / gula merah (12 sendok teh)
  • Telur ayam mentah (1 – 2 butir)

Proses pembuatan:

  1. Kacang hijau dan gula / gula merah direbus.
  2. Jika kacang hijau sudah lunak, segera buang airnya.
  3. Hancurkan rebusan kacang hijau hingga menjadi pasta.
  4. Tambahkan 1 – 2 telur ayam mentah ke dalam adonan (cangkang / kerabang telur jangan dibuang).
  5. Tumbuk cangkang telur ayam hingga halus, lalu dimasukkan ke dalam adonan. Cangkang  kita jadikan sumber kalsium untuk pertumbuhan pleci.
  6. Sekarang aduk adonan hingga benar-benar merata.
  7. Masukkan adonan ke dalam loyang, ratakan permukaannya, kemudian dipanggang dalam oven hingga kering.
  8. Keluarkan adonan yang sudah matang, tutup dengan tudung saji (untuk menghindari lalat), dan biarkan hingga dingin.
  9. Setelah agak dingin, tumbuk adonan hingga halus, dan siap disajikan kepada pleci Anda. Sisa adonan bisa disimpan dalam lemari makan atau kulkas, untuk digunakan esok hari.
Selain untuk pleci kelangenan  adonan ini juga bisa digunakan (bahkan sangat baik) untuk pleci dalam penangkaran. Beberapa penangkar yang menggunakan resep ini mengakui bahwa menu spesial ini mempercepat proses reproduksi burung.

Pemberian buah-buahan

Beberapa plecimania mengatakan pemberian jeruk dan pepaya kurang baik untuk burung pleci, karena bisa menyebabkan diare. Alasannya, setiap mengkonsumsi jeruk, kotoran burung akan berwarna oranye. Atau setiap menyantap pepaya, kotorannya berwarna merah.
Saya jawab hal itu tidak benar. Seperti diketahui, pepaya dan jeruk merupakan buah-buahan yang kaya serat. Pleci dianggap tidak bisa mencerna buah tersebut, dengan alasannya feces atau kotorannya akan berwarna orange seperti jeruk, atau berwarna merah seperti pepaya.
Sebenarnya hal seperti itu lumrah terjadi pada burung. Menurut drh Dharmojono, dalam buku Aneka Permasalahan Burung dan Ayam Hias, kotoran burung cenderung mengikuti makanan yang dikonsumsinya.
Jadi, tidak ada masalah dengan kotoran yang berwarna oranye atau merah, jika ia memang mengkonsumsi jeruk atau pepaya. Yang penting, saripati kedua buah-buahan itu tidak ikut terbuang bersama kotoran, tetapi sudah dicerna dan disebarkan ke seluruh organ tubuh.
Kok pleci ketika makan apel merah atau apel hijau, kotorannya cenderung berwarna cokelat? Mungkin Anda ingin “menggugat” alasan di atas (bahwa kotoran burung cenderung mengikuti makanan yang dikonsumsinya). Karena berbeda dari pepaya dan jeruk dalam hal kotoran, sebagian plecimania kerap menganggap apel jauh lebih bagus daripada pepaya dan jeruk.
Apel memang bagus untuk pleci, karena juga kaya serat. Tetapi keliru jika kita mengelompokkan  apel sebagai buah yang baik, dan pepaya serta jeruk sebagai buah yang kurang baik untuk pleci. Semuanya baik, dan perlu diberikan secara berselang-seling sebagai variasi menu.
Menjawab “gugatan” di atas, perlu saya jelaskan bahwa daging buah apel yang berwarna putih memiliki sifat mudah mengalami oksidasi, terutama dengan udara luar. Jika tidak percaya, coba potonglah buah menjadi irisan kecil-kecil. Biarkan beberapa menit, pasti akan berubah menjadi cokleat.
Jadi ketika pleci mengeluarkan kotoran berwarna cokelat usai mengkonsumsi apel, itu karena sebelum disantap daging buah apel sudah teroksidasi terlebih dulu. Disarankan memberikan apel dalam porsi secukupnya, karena jarang sekali seekor pleci bisa menghabiskan potongan apel ukuran besar dalam waktu sehari.

Pemberian nektar

Nektar adalah sari bunga yang rasanya manis dan kerap dicari pleci di alam bebas. Kalau mau tidak mau repot, Anda bisa mencari beberapa putik bunga yang mengandung nektar, kemudian dikumpulkan dalam wadah. Nektar harus cepat diminumkan ke burung, karena akan cepat menguap jika didiamkan selama beberapa menit.
Alternatif lainnya adalah membuat nektar tiruan di rumah. Meski tiruan, kandungannya tidak jauh berbada dari nektar sungguhan. Bahan baku yang dibutuhkan adalah gula pasir putih yang dicampur air panas dengan perbandingan 1 : 4.
Campurkan kedua bahan dalam wadah bersih, aduk hingga merata, lalu simpan dalam kulkas. Setelah dingin, masukkan nektar buatan itu (sedikit saja) ke dalam wadah keramik, dan sajikan untuk pleci kesayangan Anda.
Perlu diketahui, kalau kita melihat sangkar pleci di negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam, umumnya ada wadah yang terbuat dari bahan keramik. Selama ini saya mengira itu hanya sekadar aksesoris sangkar semata, ternyata tempat untuk menyimpan nektar.
Jangan pernah menaruh nektar ke wadah air minum, atau mencampurnya dengan air minum, karena pleci senang mandi dalam cepuk minumnya. Jika sampai mandi air bercampur nektar, akibatnya bulu-bulunya akan lengket dan menyebabkan iritasi pada mata akibat cairan gula tersebut. Karena itu, dianjurkan menggunakan wadah keramik berukuran kecil sebagai tempat
menyimpan nektar.
Untuk tambahan energi, Anda bisa mencampurkan vitamin B kompleks ke dalam larutan nektar. Berikan kepada burung setiap Minggu pagi, dan diusahakan habis dalam waktu 1 jam (takaran harus disesuaikan).

Pemberian ekstra fooding

Makanan tambahan (ekstra fooding) yang baik untuk pleci adalah makanan hidup, terutama jangkrik (ambil bagian perutnya saja) dan ulat hongkong yang masih muda. Kedua bahanpakan ini kaya protein, sehingga bisa mempercepat pertumbuhan burung muda, dan menjaga kondisi burung dewasa agar selalu fit.
Ada juga beberapa plecimania yang mencampurkan tulang sotong ke dalam pakan hariannya (voer) sebagai tambahan mineral. Caranya dengan menggerus (dikerok) dengan sendok, lalu dicampurkan ke dalam makanannya.
Namun penggunaan sotong untuk burung ada plus-minusnya. Harga yang murah dan gampang didapatkan di kios pakan burung adalah kelebihannya. Kelemahannya, sotong terlalu banyak mengandung garam (NaCl). Ketika burung masih membutuhkan beberapa unsur mineral lainnya di dalam sotong, dia sudah terpaksa menghentikan konsumsi karena merasa “kasinan“.
Mineral, bersama vitamin, sering dianggap sebagai pelengkap dari nutrisi utama seperti energi metabolis, protein, lemak, dan serat kasar.